Giuseppe Marotta Putuskan Akhiri Karir CEO di Juventus

Bola1.net – Giuseppe Marotta Akhiri Karir CEO di Juventus – Kabar yang mengejutkan muncul dari media Italia yang menyebutkan salah satu sosok otak pemikir di balik kesuksesan Juventus akan segera meninggalkan Turin dalam waktu dekat ini. CEO Juventus, Giuseppe Marotta dikabarkan ingin menyudahi karirnya bersama Juventus.

Giuseppe Marotta Putuskan Akhiri Karir CEO di Juventus

Giuseppe Marotta Putuskan Akhiri Karir CEO di Juventus

Giuseppe Marotta Akhiri Karir CEO di Juventus – Pria yang berhasil membawa Juventus menjadi tim raksasa Italia ini kabarnya ingin melepas jabatan CEO nya dan ingin mengejar jabatan sebagai Presiden dari Asosiasi Sepak Bola Italia ( FIGC ). Selama 8 tahun berkarier di Turin, Marotta berhasil memberikan banyak gelar untuk Juventus.

Giuseppe Marotta Akhiri Karir CEO di Juventus – Selama dibawah naungan Marotta, Juventus berhasil di sulap menjadi klub yang sangat di takuti di Serie A. Marotta berhasil membawa Juventus menjadi tim yang mendominasi di Italia. Di bawah naungannya, Juventus berhasil memenangkan tujuh scudetto secara beruntun, empat Coppa Italia, tiga Piala Super Italia serta mampu melaju ke babak final Liga Champions di dua kesempatan.

Giuseppe Marotta Akhiri Karir CEO di Juventus – Berdasarkan kabar yang diterima dari Situs Taruhan Online Giuseppe Marotta masuk dalam jajaran manajemen terbaik di Eropa. Marotta memulai karier manajemennya bersama Juventus pada tahun 2010. Ia menggantikan Direktur Umum Juventus sebelumnya, Alessio Secco. Secco dianggap terlalu ingin mengincar hasil instan.

Giuseppe Marotta Akhiri Karir CEO di Juventus – Pemain-pemain yang didatangkan Secco pun tak ada yang bisa dijual kembali dengan nilai yang menguntungkan. Sebut saja Zdenek Grygera, Sergio Almiron, Jorge Andrade, Hasan Salihamidzic, Antonio Chimenti, Olof Mellberg, Fabio Grosso, hingga Fabio Cannavaro, yang saat didatangkan usianya di atas 27 tahun.

Selain menjadi Direktur Umum, Marotta juga merangkap tugas sebagai CEO menggantikan Jean-Claude-Blanc. Marotta didatangkan tak lama setelah Juventus menunjuk presiden klub baru, Andrea Agnelli.

Saat pertama kali Marotta bergabung, Juventus sedang dalam situasi yang cukup kacau. Ultras Juve tengah gencar-gencarnya melancarkan protes karena Juventus menempati peringkat ketujuh Serie A 2009/2010, di mana hal tersebut merupakan peringkat terburuk sejak Juve kembali ke Serie A pada 2007/2008.

Marotta yang sebelumnya menjadi Direktur Pelaksana Sampdoria, datang ke Turin dengan orang-orang kepercayaannya, yakni Luigi Delneri dan Fabio Paratici. Delneri yang pernah bekerja sama dengan Marotta di Atalanta, menjadi pelatih kepala menggantikan Alberto Zaccheroni, sementara Paratici diplot menjadi kepala pemandu bakat tim.

Di awal kepemimpinannya, ia mendatangkan pemain baru setidaknya hingga 14 pemain dan melepas sekitar 11 pemain. Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli adalah dua pemain yang didatangkan Marotta pada awal kepemimpinannya dan masih bertahan hingga saat ini.

Marotta memang menjadi sosok yang paling sibuk setiap pembelian dan penjualan pemain Juventus. Ia yang menegosiasikan dan menentukan pemain mana yang hendak dibeli atau dijual oleh Juventus.

Marotta menjadi sosok sukses di balik kesuksesan sejumlah kesebelasan. Varese, Monza, Venezia, Atalanta, hingga Sampdoria, merasakan buah kinerjanya. Bahkan di Sampdoria, ia berhasil mengantarkan kesebelasan berjuluk Il Samp tersebut ke Liga Champions padahal 10 tahun sebelumnya mereka masih berkutat di Serie B.

Atas prestasi itulah ia didatangkan Agnelli untuk menjadi Direktur Umum Juventus. Dari apa yang sudah dipaparkan di atas, dengan kebijakan-kebijakannya dimulai dari proses pemilihan pelatih hingga pemain, Marotta memang merupakan salah satu sosok penting yang membuat Juventus kembali menjadi raksasa Italia dalam lima tahun terakhir.

Ya, berkat Marotta, Juventus kini menjadi kesebelasan yang paling sibuk di bursa transfer musim panas ini dengan pembelian pemain-pemain papan atas dan mengusung target tinggi yakni menjuarai Liga Champions. Padahal lima tahun lalu, Juventus masih kesulitan bersaing dengan Internazionale Milan, AC Milan, AS Roma, Napoli, Lazio, atau bahkan Sampdoria dan Udinese.

Jangan lupa ikuti terus perkembangan info seputar Berita Bola hanya di visitorbet.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*