Misteri Dibalik Sistem Pemilihan Pemain Terbaik FIFA

Bola1.net Misteri Dibalik Sistem Pemilihan Pemain Terbaik FIFA Sebelumnya, metode pemilihan para kandidat pemain terbaik ditentukan berdasarkan hasil pemungutan suara yang dikumpulkan dari kapten dan pelatih timnas di seluruh dunia. FIFA akan memodifikasi cara tersebut. Pemain terbaik akan ditentukan dalam dua pendekatan. Cara pertama dilakukan berdasarkan voting kapten dan pelatih timnas seluruh dunia. Ada sedikit perubahan dalam metode itu sejak FIFA dan Ballon d’Or ‘pecah kongsi’ dalam menyelenggarakan penghargaan pemain terbaik di dunia.

Misteri Dibalik Sistem Pemilihan Pemain Terbaik FIFA

Misteri Dibalik Sistem Pemilihan Pemain Terbaik FIFA

Metode itu bakal 50 persen menentukan pemain yang berhak menyandang nama sebagai yang terbaik di dunia versi FIFA. Sedangkan 50 persen lagi akan ditentukan pada tahap berikutnya, yakni pemilihan dari para fan sepak bola dan 200 perwakilan media yang diseleksi dari seluruh dunia. Sementara Ballon d’Or kembali dengan metode lamanya dengan menentukan pemain terbaik dunia berdasarkan penilaian dari seluruh perwakilan jurnalis Eropa yang akan memilih di antara 30 kandidat.

Untuk pertama kalinya dalam waktu 12 tahun terakhir, tidak ada nama Lionel Messi dalam kandidat peraih pemain terbaik FIFA. Tentu ini menjadi hal baru mengingat Messi selalu menjadi pesaing utama menjadi pemain terbaik bersama Ronaldo.

Jika berbicara masalah prestasi, tentu Messi tidak bisa dicoret karena ia berhasil mengantar Barcelona menjuarai La Liga dan Copa Del Rey. Selain itu, ia juga mencetak 45 gol sepanjang musim lalu yang membuatnya meraih sepatu emas Eropa.

Memang jika berbicara level timnas, Messi hanya membawa Argentina hingga ke 16 besar karena dikalahkan oleh Prancis. Sedangkan Ronaldo, tidak ada yang salah jika dia kembali masuk nominasi karena sukses mengantarkan Real Madrid menjadi juara tiga kali berturut-turut di Liga Champions meski di level timnas ia juga bernasib serupa dengan Messi.

Berikutnya ada Modric yang sama seperti Ronaldo karena mereka bermain bersama di Los Blancos musim lalu. Untuk timnas, Modric bahkan meraih prestasi lebih baik karena mampu mengantarkan Kroasia ke partai puncak Piala Dunia meski harus puas sebagai runner-up.

Yang terakhir muncul Mohamed Salah. Secara prestasi pribadi, Salah memang salah satu pesepakbola paling bersinar sepanjang musim lalu. Torehan 44 golnya di musim perdana bersama The Reds tentu saja sebuah hal yang sangat fantastis.

Akan tetapi, untuk level timnas, mantan pemain Chelsea itu bahkan tidak bisa membawa Mesir lolos dari fase grup di Rusia lalu. Mesir yang dianggap sebagai kuda hitam justru tidak bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2018.

Lalu Seperti Apa Sistem Penilaiannya

Dalam menentukan pemain terbaik dunia, ada dua metode yang dilakukan berdasarkan voting dari kapten dan pelatih timnas seluruh dunia untuk tiga pemain terbaik versi mereka. Metode tersebut menentukan sekitar 50 persen suara untuk para pemain terbaik.

Metode berikutnya ada pemilihan dari penggemar sepak bola dan 200 perwakilan media yang sebelumnya sudah diseleksi. Meski FIFA menerapkan sistem voting, tetap saja banyak suara muncul bahwa sistem ini terlalu subjektif.

Bisa dilihat pada tahun lalu saat Messi memilih para pemain Barcelona. Sedangkan, Ronaldo memilih seluruh pemain Real Madrid.

Ditambah, voting pada 2016 lalu yang sempat bocor ke publik karena nama Ronaldo sudah keluar sebagai pemenang sebelum FIFA mengumumkan secara resmi. Kian mengisyaratkan bahwa sistem pemilihan ini tidak fair tentunya.

Namun, terlepas dari segala kontroversi yang terjadi, pemilihan ini akan tetap berlanjut karena tiga nama kandidat sudah muncul. Sekarang kita hanya bisa menunggu siapa pemain terbaik versi FIFA yang akan diumumkan pada 24 September di London, Inggris.

Ikuti terus perkembangan seputar info Berita Bola hanya di visitorbet.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*